Melayani jual beli, tukar tambah,Perawatan dan Perbaikan,toner dan suku cadang, sewa dan layanan dokumen semua jenis mesin foto kopi Xerox, Canon dllnRZLMachine JUAL, BELI, SERVICE, SPAREPART, WELDING MESIN,MIG MAG, SPOT WELDING, AIR PLASMA, TIG WELDING, Konsultasi dan pemesanan Hubungi : Rizal Jaya Saputra Tlp: 021-32461281 HP: 08159305723 EMAIL/ YM/ FACEBOOK : rzlcopy@yahoo.co.id
===
Jakarta - Indonesia menjadi salah satu negara pengimpor mesin foto copy tertinggi di dunia dengan nilai impor mencapai triliunan rupiah. Padahal, hingga saat ini belum ada satu pun pabrik mesin foto copy yang berdiri di Indonesia sehingga semua kebutuhan dipenuhi melalui impor baik mesin bekas maupun baru.
Direktur Telematika Direktorat Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Ramon Bangun mengatakan sejak periode Januari-Juni 2009 saja setidaknya sudah ada kurang lebih 15.000 unit mesin foto copy bekas yang diimpor dari total impor mesin foto copy bekas pertahunnya mencapai 25.000-30.000 unit.
"Impor mesin bekas foto copy dari Januari sampai sekarang sudah 15.000 unit sampai, yang mesin baru lebih banyak lagi," katanya di Departemen Perindustrian, Selasa (16/5/2009).
Ia mengaku sampai detik ini belum ada satu pun pabrik mesin foto copy yang berproduksi di Indonesia. Padahal kata dia, pabrik pembuat komponen sudah banyak yang mampu memproduksi di dalam negeri.
Kebutuhan mesin foto copy Indonesia rata-rata per tahunnya bisa mencapai 100.000 unit, baik baru maupun bekas. Dengan variasi harga mulai dari Rp 20 juta sampai miliaran rupiah.
Investor Belum Berani Masuk
Ramon mengatakan saat ini sudah ada perusahaan mesin foto copy yaitu Teco asal Taiwan yang berniat membenamkan investasinya di Indonesia, namun sayangnya hingga sekarang ini belum terealisasi.
"Yang punya teknologi foto copy yang cukup maju itu Jepang, ada investor dari Taiwan, mereka masih mikir, mereka belum berani karena biasanya teknologi Jepang akan lebih cepat mendevelop," jelasnya.
Hal ini sungguh ironis karena di Surabaya saja banyak perusahaan komponen alat foto copy yang mampu menyuplai ke perusahaan-perusahaan rekondisi foto copy bekas impor.
"Impor mesin foto copy per tahunnya bisa Rp 5-10 triliun," imbuhnya
Direktur Telematika Direktorat Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Ramon Bangun mengatakan sejak periode Januari-Juni 2009 saja setidaknya sudah ada kurang lebih 15.000 unit mesin foto copy bekas yang diimpor dari total impor mesin foto copy bekas pertahunnya mencapai 25.000-30.000 unit.
"Impor mesin bekas foto copy dari Januari sampai sekarang sudah 15.000 unit sampai, yang mesin baru lebih banyak lagi," katanya di Departemen Perindustrian, Selasa (16/5/2009).
Ia mengaku sampai detik ini belum ada satu pun pabrik mesin foto copy yang berproduksi di Indonesia. Padahal kata dia, pabrik pembuat komponen sudah banyak yang mampu memproduksi di dalam negeri.
Kebutuhan mesin foto copy Indonesia rata-rata per tahunnya bisa mencapai 100.000 unit, baik baru maupun bekas. Dengan variasi harga mulai dari Rp 20 juta sampai miliaran rupiah.
Investor Belum Berani Masuk
Ramon mengatakan saat ini sudah ada perusahaan mesin foto copy yaitu Teco asal Taiwan yang berniat membenamkan investasinya di Indonesia, namun sayangnya hingga sekarang ini belum terealisasi.
"Yang punya teknologi foto copy yang cukup maju itu Jepang, ada investor dari Taiwan, mereka masih mikir, mereka belum berani karena biasanya teknologi Jepang akan lebih cepat mendevelop," jelasnya.
Hal ini sungguh ironis karena di Surabaya saja banyak perusahaan komponen alat foto copy yang mampu menyuplai ke perusahaan-perusahaan rekondisi foto copy bekas impor.
"Impor mesin foto copy per tahunnya bisa Rp 5-10 triliun," imbuhnya



0 komentar:
Poskan Komentar